Pawang hujan di Indonesia bukanlah sesuatu yang baru lagi. Namun siapa yang sangka bahwa seorang pawang hujan bisa menjadi bintang utama dari sebuah pergelaran balap motor internasional. Mbak Rara seorang pawang hujan yang saat ini menjadi topik hangat perbincangan publik umum.
Kesuksesan Mbak Rara menghentikan hujan lebat yang sedang mengguyur sirkuit pergelaran MotoGP Mandalika membuat namanya menjadi viral. Lantas, apakah benar jika hujan lebat yang menghilang ketika acara pertandingan MotoGP Mandalika tersebut berkat usaha dari pawang hujan Mbak Rara?
Kontroversi mengenai pawang hujan ini membuat geger masyarakat Indonesia yang mayoritas pemeluk agama Islam. Jika dikaji dengan berdasarkan keyakinan agama Islam maka pawang hujan merupakan termasuk dalam hal yang tidak diperbolehkan.
Berbagai tokoh ulama terkenal di Indonesia menyampaikan pidato ceramah agama mereka dengan menyinggung apa yang terjadi pada acara MotoGP Mandalika kemarin minggu itu.
Menurut Ustadz Buya Yahya, ketika seseorang meminta bantuan untuk memberhentikan hujan agar acara mereka terlaksana merupakan sesuatu yang haram hukumnya.
Dikutip dari berbagai sumber, Ustadz Buya Yahya menambahkan praktik pawang hujan MotoGP Mandalika Mbak Rara sama seperti praktik Dukun.
Praktik perdukunan biasanya menyediakan sesajen serta menggunakan mantra layaknya seperti pawang hujan Mbak Rara pada acara MotoGP Mandalika kemarin. Hal ini termasuk dalam hal terlarang dalam Islam dan tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.
Ahli agama Ustadz Khalid Basmalah juga menyatakan opininya terkait pawang hujan. Pendapatnya tentang pawang hujan adalah haram hukumnya.
Ia juga menambahkan biarpun kegiatan pawang hujan tersebut memakai kitab suci Al-Quran sebagai dasarnya. Tetap hal tersebut termasuk dalam kegiatan perdukunan. Kegiatan perdukunan ini adalah hal yang dilarang dalam agama Islam.
Beda halnya dengan pemuka agama Ustadz Abdul Somad. Ustadz Abdul Somad ini sudah membahas mengenai kegiatan pawang hujan berdasarkan agama Islam sejak jauh hari. Ia menjelaskan bahwa kegiatan pawang hujan yang meminta agar ditunjukkan cara untuk memberhentikan hujan ini, hal ini termasuk dalam proses persyaratan yang diberikan oleh Jin.
Dalam arti kegiatan pawang hujan ini adalah mereka memohon kepada Jin agar permintaannya dikabulkan. Dan pawang hujan tersebut akan melakukan persyaratan permohonan yang diminta oleh Jin tersebut.
Lebih lanjut lagi Ustadz Abdul Somad menyarankan agar lebih baik melakukan acara berdoa bersama-sama dengan para ulama agar sebuah keinginan tersebut bisa dikabulkan oleh Allah SWT. Manusia apalagi yang beragama Islam tidak diperkenankan untuk mengabulkan semua permintaan dari Jin. Jika manusia melakukan hal tersebut maka ia memiliki kewajiban untuk bertaubat segera.
Apabila ditinjau dari sisi ilmu pengetahuan alam, BMKG selaku Badan Pengawas Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ini menguraikan bahwa kejadian yang dilakukan Mbak Rara seorang pawang hujan di MotoGP Mandalika tersebut ada penjelasan ilmiahnya
BMKG sudah memberikan peringatan mengenai acara pergelaran otomotif di dunia ini. BMKG telah menyampaikan pendapatnya bahwa MotoGP Mandalika akan berpotensi terjadi hujan yang lebat.
Prakiraan cuaca tersebut sudah terjadi sejak tiga hari lalu, yaitu pada tanggal 17 Maret-19 Maret. Hujan dengan intensitas yang ringan hingga sangat lebat akan turun di lokasi sirkuit balap tersebut. Selanjutnya BMKG menambahkan bahwa pada tanggal 20 Maret 2022 akan terjadi hujan serta badai petir.
Hujan dengan badai petir tersebut terjadi karena pada saat itu terdapat bibit siklon tropis 93F. Bibit siklon tropis 93F inilah yang membuat awan hujan di lokasi MotoGP Mandalika.
Lebih lanjut lagi BMKG menguraikan bahwa pada saat pawang hujan Mbak Rara sedang melakukan aksinya. Durasi hujan yang ada di sirkuit MotoGP Mandalika ini memang sudah berakhir. Jadi ini semua bukan merupakan berkat hasil pawang hujan yang menjadi viral tersebut.
Berbagai negara dan daerah di Indonesia memiliki pawang hujan sendiri. Dengan bermacam-macam tradisi dan keunikan sendiri, keberadaan pawang hujan merupakan hal yang menjadi kebudayaan sebuah daerah.
Balap motor MotoGP Mandalika kemarin minggu sempat tertunda beberapa saat karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Setelah 75 menit tertunda, acara tersebut kembali dilanjutkan dengan hasil akhir Miguel Oliveira sebagai pemenang MotoGP Mandalika 2022.
Comments
Post a Comment