Tahun baru, jurusan baru, sekolah baru. Bagi anda yang tertarik untuk memilih prodi ilmu hukum sebagai career goal. Berikut ini adalah 10 hal penting yang harus anda ketahui tentang Prodi Ilmu Hukum.
Sumber: law.ui.ac.id
- Prodi ilmu hukum sendiri terdiri dari berbagai macam cabang jurusan yang akan anda pilih ketika memasuki semester kedua. Jadi pastikanlah anda melakukan penelitian mengenai suatu jurusan serta membuat daftar positif dan negatifnya.
Fokuskan pada prodi ilmu hukum universitas tujuan anda. Serta janganlah lupa untuk membandingkan cabang jurusan hukum tersebut dengan prospek pekerjaan dalam bidang hukum.
- Prodi ilmu hukum adalah tempat yang mana para penghuninya merupakan 90 persen keturunan yang berasal dari keluarga hukum. Dalam arti orang tua/paman/nenek mereka memiliki gelar hukum. Jika anda merupakan seseorang yang terlahir dari latar belakang non-hukum. Anda akan merasakan sedikit ketinggalan pada saat memasuki semester pertama.
Sering kali mereka yang berasal dari keluarga hukum sudah lebih prepare akan apa yang harus mereka bawa dan hadapi pada saat memasuki masa perkuliahan nanti.
Oleh sebab itu supaya anda tidak begitu kaget, melaksanakan riset secara menyeluruh mengenai dasar hukum, kitab hukum, kamus hukum dll.
- Prodi ilmu hukum bukanlah tempat yang mudah. Kebanyakan mereka yang mengambil hukum karena mereka tidak ingin berhubungan dengan matematika atau ilmu pengetahuan alam. Hilangkanlah mindset tersebut dari pikiran anda. Karena anda akan menyesal pada saat anda lulus atau pada saat kamu menjalani perkuliahan.
Hukum tidaklah mudah. Begitu banyak para mahasiswa-mahasiswi yang memutuskan untuk meninggalkan perkuliahan pada awal semester.
Prodi ilmu Hukum tidak hanya membaca dan menulis pasal. Anda harus membuat surat gugatan, legal opinion, kontrak. Dan hal tersebut tidaklah mudah dan sangatlah panjang.
- Prodi ilmu hukum termasuk dalam ilmu sosial. Pendapat ini sering membuat orang kebanyakan berpikir bahwa mencari pekerjaan pada saat anda lulus akan sangatlah mudah. Jika anda melihat lowongan hukum di situs lowongan kerja.
Anda akan terkejut karena 90 persen persyaratannya harus memiliki pengalaman minimal 2 tahun.
Untuk fresh graduate sangatlah susah untuk mendapatkan kesempatan bekerja.
- Prodi ilmu hukum kebanyakan tidak memiliki program magang atau kuliah kerja nyata seperti jurusan perkuliahan lainnya. Jadi anda harus melakukan inisiatif sendri untuk melamar pekerjaan internship pada saat anda sedang liburan kuliah. Lebih baik anda mengambil program magang pada saat ketika anda sudah memilih cabang jurusan hukum apa yang anda akan tekuni nanti.
Lebih awal lebih baik, karena jika anda mengambil program magang pada saat semester akhir ketika skripsi. Anda akan keteteran dan mengganggu program belajar anda.
- Prodi ilmu hukum sangatlah susah mencari pekerjaan. Jika anda tidak memiliki sanak saudara yang berasal dari jurusan hukum. Itulah kenyataannya. Oleh karena itu jika anda benar-benar ingin mudah untuk mendapatkan pekerjaan setelah anda lulus. Kuncinya adalah magang sejak awal semester.
- Prodi ilmu hukum ingin menjadi seorang jaksa? Tentunya sangatlah bisa. Bahkan kuota jaksa dalam CPNS selalu besar. Namun jika anda tidak memiliki tinggi dan berat badan ideal sesuai dengan persyaratan kejaksaan. Maka anda lebih baik mengurungkan niat untuk memilih jurusan ini. Perekrutan kejaksaan tidak akan melihat background universitas anda.
Hal yang pertama mereka lihat adalah apakah anda memiliki tinggi dan berat badan sesuai dengan ketentuan kejaksaan yang berlaku.
- Prodi ilmu hukum menawarkan berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan hukum. Pastikan anda mengikuti kegiatan yang bernama Moot Court Peradilan Semu. Kegiatan itu adalah hal yang sangat penting untuk masa depan anda. Moot Court akan membuka wawasan anda mengenai realitas dunia kerja hukum di Indonesia.
Mungkin efek negatifnya dari mengikuti kegiatan ini adalah anda akan kekurangan istirahat dan selalu berada dikampus untuk latihan.
Namun biarpun begitu, Moot Court akan membuka peluang kamu yang lebih besar dalam mencari pekerjaan.
- Prodi ilmu hukum mengharuskan anda memiliki berbagai macam kitab hukum. KUHPer, KUHD, KUHP, KUHAP dan berbagai macam perundang-undangan lainnya. Dengan kemajuan teknologi saat ini, anda tidak perlu membeli kitab hukum tersebut dalam bentuk fisik. Anda bisa mendownload via internet dan mencetak sendiri dengan harga yang lebih murah.
- Prodi ilmu hukum membutuhkan nominal uang yang tidaklah sedikit. Bahkan ketika kamu lulus dan menyandang gelar Sarjana Hukum. Jika tujuan karir anda bercita-cita sebagai seorang pengacara. Maka anda harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit untuk mengikuti dan mendapatkan kartu advokat PERADI. Kisaran harga tersebut minimal sebesar Rp 6.000.000,-
Melakukan observasi mendalam sebelum anda mengambil dan memilih prodi ilmu hukum sebagai tujuan hidup. Hal ini akan membuat anda menghindari penyesalan dikemudian hari.
Dan bandingkanlah dengan prospek pekerjaan serta persyaratan untuk mencari kerja pada saat anda lulus nanti.
Semoga tulisan ini dapat memberikan gambaran besar secara umum untuk para calon penyandang sarjana hukum dikemudian hari.
Comments
Post a Comment